Orang Bandung tentu telah tak aneh dengan makanan yang satu ini. Yap! Kue cubit. Kue cubit yaitu salah satu dari bermacam kue basah jajanan tradisional yang kerap di sajikan juga sebagai camilan simpel yang sangatlah popular di Bandung. Kue Cubit termasuk juga jajajan anak janganlah salah meskipun ini termasuk juga jajanan anak nyatanya type makanan ini dapat disenangi beberapa orang dewasa loh. 

Terasa yang manis demikian menarik perhatian orang hingga kue cubit ini sangatlah disenangi beberapa pengagum serta kue jalanan ini cukup laris keras loh. Kue cubit ini umumnya ditaburi dengan sedikit coklat meises dengan sisi bawah yang dipanggang hingga agak kecoklatan. Namun banyak beberapa orang yang sukai dengan kue cubit 1/2 masak. Rasa yang diperoleh dari kue cubit 1/2 masak ini sangatlah unik lantaran adonan sisi atas merasa sedikit cair, hangat, manis dan sedikit rasa tepung yang masih tetap merasa, demikian digigit wow, terasa manis serta sangatlah melted banget dimulut. 

Bukan sekedar kue cubit masak serta kue cubit 1/2 masak yang dapat anda peroleh dari kue jalanan yang satu ini. Adonan ini dapat dapat di bentuk jadi yang namanya jaring laba-laba. Memiliki bentuk sama seperti jaring laba-laba namun jaring laba-laba ini tipis seperti kue cubit masak tetapi tidak tebal seperti jaring serta di hidangkan masak. 

Jajanan kue cubit bandung 

Kue cubit ini adalah jajanan yang bisa di katakana telah langka, namun mempunyai rasa yang sangatlah enak, dengan harga yang bisa di katakan murah kadang-kadang penjual kue cubit membandrol harga 10 ribu rupiah per 11 biji namun ada pula penjual yang jual dengan harga 7 ribu rupiah per 6 biji. Namun sebagai masalah kadang-kadang penjual kue cubit ini jualannya tak menentu. Umumnya kue cubit kerap kita jumpai di sekolah – sekolah SD yang menyebar di Bandung. Anda bisa temukan gerobak penjual kue juga seperti di beberapa tempat berikut ini : 

Jl. Sumatra (Belakang BIP) 
Daerah seputar Masjid Istiqomah 
Depan penjual soto betawi 
Dekat gerbang masuk Masjid Istiqomah 
Depan baso fortuna 
Daerah jalan seputar cisangkuy (depan pasar cisangkuy) 
Jl. Cimanuk (Depan Erha Clinic) 
Jl. Hariang Bangga (Depan Sushi Den serta Kupu Bistro) 
Jl. Ciumbuleuit (Depan Kampus Katolik Parahyangan) 
Jl. Burangrang (Depan baso Enggal BPI) 
Simpang Dago (Depan McD serta Salon Memori) 
Jl. Cikutra (Depan SMA 10) 
Jl. Prof. Drg. Surya Sumantri (Sebrang Gokana) 
Jl. Banda (Depan English First serta sebrang Jonas) 
Jl. P. H Hasan Mustofa 
Gang Pelita 
Depan SMP 
Daerah seputar Jl. Otto Iskandar Dinata 
Daerah seputar Kepatihan 
Daerah seputar Dewi Sartika


SAAT kecil, Anda pasti mengetahui es goyang, yang memanglah pernah berjaya di masanya. Walau telah tidak sering tampak dijajakan, sebagian penjual masih tetap melindungi keklasikannya. 
Aman, salah seseorang pembuat sekalian penjual es goyang, menyampaikan bahwa walau banyak variasi es yang berkembang, hadirnya es goyangnya terus senantiasa diminati. " Ada banyak kok yang mencari es ini, umumnya saya bawa 1. 000 potong serta senantiasa habis /harinya, ” tuturnya pada Okezone waktu didapati di festival kuliner Pasar Senggol Summarecon Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini. 

Dia memberikan, walau banyak penjual tawarkan es cream dengan macam bentuk kreatif, es goyang bikinannya masih tetap dapat bertahan. Bahkan juga, dia mengaku bahwa masih tetap beberapa orang mencarinya. Aman tidak terasa takut tersaingi dengan hadirnya es-es moderen serta beragam itu. Ia terasa bahwa es goyangnya terus mempunyai pelanggan setia. 

Seakan tidak ingin kalah dengan fenomena es satu dolar ala Singapura, Aman senantiasa menjual es goyangnya di seputaran ruang mal Summarecon Bekasi serta Summarecon Serpong yang disebut cabangnya. Ia menurutkan, pihak mal biarkan berjualan di sekitaran ruang manfaat melestarikan makanan tradisional itu. 

 " Saya umum keliling di sekitaran mal. Alhamdulillah, 1. 000 potong senantiasa habis terjual. Jadi, tidak kalah dengan es satu dolar itu, " katanya, sembari tertawa. 

Es goyang buatan Aman mempunyai beragam variasi rasa, salah satunya cokelat, pisang, strobery, durian, serta kacang hijau. Es goyang yang sudah dikeluarkan dari pendingin itu lalu di celupkan ke cairan cokelat pekat serta ditaburi kacang tanah goreng yang sudah dicincang kasar. Es goyang juga siap disantap. Sepotong es goyang buatan Aman di bandrol harga Rp10 ribu per potong.


Mau nikmati coklat berkwalitas? Silakan datang ke Pipiltin Cocoa. Tidak sama dengan kafe atau chocolate shop yang lain, Piplitin mengaplikasikan rencana “bean to bar”. Berarti, biji coklat yang didapat dari Bali serta Aceh diolah sendiri di cafĂ© ini. 

Lebih menarik lagi dari mulai sistem pemanggangan, winnowing, penggilingan, pemurnian, pencampuran, conching, hingga tempering coklat dapat kita saksikan di lantai basic. Ini yang jadikan Pipiltin tampak seperti pabrik coklat mini. 

Masuk kafe ini mungkin saja Anda bakal bingung lantaran tak lihat tempat duduk. Ya, meja serta kursi untuk pengunjung memanglah ada di lantai 2. Kesan ruang yang dipertunjukkan kedai coklat ini tampak gelap. Mereka memakai warna abu-abu, coklat serta hitam pada interior ruangnya. Di sini kita dapat juga lihat almari pendingin penuh dengan bermacam cake coklat yang menggoda. 

Banyak menu yang dapat Anda dapatkan seperti egg no yang disebut kombinasi dari white chocolat panacotta, mango, passion fluid, hocolate chili soil serta selai. Ada pula tiramisu yang di buat dari kombinasi mascarpone crea, lady finger serta espreso. Diluar itu ada floss, ebony lvory, churros, crunchy chocolate cheese cake serta crunchy rascpberry cake dapat juga dicoba kelezatannya. 

Terkecuali menu yang memiliki bahan basic coklat, Pipiltin juga sediakan pizza, pasta serta nasi. 

Untuk Anda yang mau datang ke Pipiltin Cocoa, kafe ini terdapat di Jalan Barito 2 No. 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Beberapa puluh orang duduk lesehan diatas tikar di tepi jalan. Raut muka mereka terlihat terengah-engah, matanya melotot. Sebagian repot mengelap peluh di keningnya. Walau sebenarnya beberapa orang ini bukanlah tengah olahraga, mereka tengah makan malam! Ya, kondisi ini berlangsung di suatu warung tenda di daerah Kauman, Yogyakarta. Makanan seperti apa rupanya yang bikin acara makan malam tampak demikian melelahkan? 

Inilah dampak dari oseng-oseng mercon. Makanan kreasi Bu Narti ini saat ini sudah jadi kuliner khas Yogyakarta. Berdiri mulai sejak th. 1998 waktu negara ini tengah dirundung krisis ekonomi, untuk melanjutkan hidup sesudah ditinggal mati sang suami. Populer sampai ke beragam kota, menarik tiap-tiap pejalan untuk coba. 

Mercon, yang dalam Bhs Indonesia yaitu petasan jadi nama kuliner bukanlah tanpa ada karena. Buntelan mesiu yang kerap digunakan dalam perayaan Imlek serta menyemarakkan lebaran ini seakan meledakkan dianya di mulut. Seperti pejuang berani mati yang mengantar bom ke sarang musuh. Begitulah oseng-oseng racikan Bu Narti meluluh lantakkan kita. Bikin mata melotot, terengah-engah sembari mengipas lidah, sampai gobyos kotos-kotos, peluh bercucuran membasahi. 

Dipandang dari memiliki bentuk, tidak ada yang menarik dari hidangan ini. Cuma nasi putih panas ditemani oseng-oseng simpel diisi kikil, gajih, kulit, serta tulang muda. Orang Jogja menyebutnya koyoran. Tampak sangatlah berminyak, ditambah kepungan irisan cabai rawit yang bijinya melekat di koyoran. Sedikit mengerikan. Apabila didiamkan sebentar saja oseng-oseng ini bakal membeku, kaku. Bukti kandungan lemak yang demikian banyak. Jadi konsumsilah dengan cepat. Panas nasi putih dapat juga menolong memperlambat sistem pembekuan lemak. Toh, makan mercon selezat ini mana dapat lambat-lambat, seluruhnya gerak cepat, tidak sabar rasakan ledakan-ledakan setelah itu. Kalau-kalau menyerah terserang pedas, menu lain seperti ayam, burung puyuh, serta lele bakal menolong memulihkan lidah. Kapok lombok namanya, begitulah yang dirasa oleh YogYES. Terengah-engah kepedesan demikian rupa, namun tidak ingin berhenti. Serta besok terasa mau kembali, rasakan lagi ada mercon meledak di mulut. 

Menurut Bu Narti, sang empunya warung ini, nama oseng-oseng mercon yaitu pemberian dari budayawan Cak Nun. Konon, beliau kerap makan disini berbarengan istrinya atau rekan-rekan seniman. Karena sangat luar umum pedas, beberapa nama terkecuali mercon juga disematkan untuk oseng-oseng ini, umpamanya bledeg serta halilintar. Apabila mau rasakan sambaran halilintar datanglah diakhir minggu lantaran spesial pada malam minggu, Bu Narti bakal melipat gandakan komposisi cabainya. Apabila di hari umum untuk 50 kg koyoran digabung dengan 6 kg cabai, jadi diakhir minggu Bu Narti bakal menaikkan jumlah cabai. Seberapa banyak? Beliau merahasiakannya, yang pasti tambah lebih pedas. Nah, walau bukanlah musim hujan, bersiap-siaplah tersambar halilintar kiriman Bu Narti.

Nyatanya kuliner di kota Pekanbaru gak kalah sama kuliner di beberapa tempat yang lain. Beberapa tempat makan di Pekanbaru banyak yang mempunyai design unik serta cozy untuk sebatas sarapan, makan siang serta makan malam, bahkan juga banyak juga tempat yang kece serta cozy untuk hangout. Satu diantaranya yang satu ini nih, Local Pantry – Cafe & Restaurant. Resto ini mempunyai situasi yang sangatlah jual banget dengan design interiornya yang cakep buat kita kerasan berlama-lama. Tempatnya pas untuk berfot-foto, terlebih buat yang hilang ingatan selfie. Local Pantry ini didominasi dengan warna hitam serta putih dengan design yang classic serta di ramaikan dengan gambar-gambar cantik dalam bingkai photo yang menghiasi dinding resto. 

Dari sisi rasa, Crispy Chicken Skin (kulit ayam krispi) yang saya pesen mempunyai rasa yang enak banget, krispinya kerasa renyah sekali. Terasa makin mantap setiap saat si kulit ayam di celupkan ke sambal mayo yang pedas-pedas-manis gitu dech. Serta lagian, yang namanya masakan olahan ayam memang senantiasa enak sih ya (basic saja memang favorite sama ayam goreng). Juga sebagai penutup saya pesan Sere Ice Tea. Minuman ini nyaris sama juga dengan ice tea umumnya, cuma saja ada rasa serehnya gitu yang sedikit pedas serta hangat namun sangatlah beri kesegaran. 

Dari sisi harga, mungkin saja masakan disini memanglah terbilang lebih mahal dari masakan di resto yang lain. Namun sekali-kali memanjakan diri dengan masakan lezat kelas resto bintang 5 tidak jadi masalah kan? Jika penasaran ingin bertandang ke Local Pantry ini, dapat segera saja datang ke tempat di Kompleks Riau Business Centre (RBC) Jln. Riau, Blok C 11, 12, 12A – Pekanbaru.


Main-main ke Pekanbaru nemu salah satu cafe yang unik ini di Jalan Sudirman No. 321 (samping Bank BNI), Pekanbaru. Namanya Mr. Brewok dining room, yang lukisannya bergambar bapak-bapak dengan kumis serta janggut brewok. Cafe ini mempunyai ruang yang nyaman dengan ruang terbuka serta langit-langit yang tinggi, hembusan angin yang sejuk dari luar bikin kita kerasan tinggal lama-lama di cafe ini, ditambah lagi dengan lukisan-lukisan sketsa di whiteboard putih yang besar dengan gambar-gambar serta kalimat yang unik serta lucu menghiasi dinding cafe. 

Menu yang di tawarkan di Mr. Brewok ini lumayan beragam masakan tradisional Indonesia, masakan western, beragam minuman serta dessert ada di Mr. Brewok. Untuk kafe sekelas Mr. Brewok yang memberi kenyamanan situasi makan serta kelezatan menu makanan yang di tawarkan membanderol harga yang cukup terjangkau. oleh karenanya tempat ini senantiasa ramai didatangi pengunjung, terutama cocok sabtu malam di mana banyak yang bertandang dengan pasangannya. 

Menu yang saya pesan saat itu yaitu chicken steak, sedang minumannya yaitu greentea caramel dengan dessertnya yaitu banana split. Dari sisi rasa steaknya cukup gurih, serta bumbunya cocok dengan selerea saya. Steaknya juga menurut saya dipanggang dengan sangatlah cocok, hingga membuahkan teksturnya yang empuk. Untuk greentea nya menurut saya ini terasa unik banget, rasa teh yang digabung coklat caramel hingga rasa karamel lebih mendominan dari teh hijauna, namun rasa nya terus beri kesegaran. Bila banana split, pasti lah terasa enak banget, memang ice krim favorite sih. 

Nah jadi untuk kamu yang lagi ada di Pekanbaru selalu nyoba cari tempat hangout yang nyaman, dapat di cobalah nih Mr. Brewok. Kafe ini buka dari mulai jam 11 siang hingga jam 10 malam.


Surabi, makanan khas indonesia yang di buat mirip kue dorayaki yang memiliki ukuran besar ini adalah kue yang datang dari Jawa. Surabi tidak sama dari tiap-tiap regionnya. Yang biassa dikenal yaitu surabi bandung serta surabi solo. Tetapi yang lebih terdengar booming yaitu surabi bandung. Surabi khas orang sunda ini di buat dari tepung beras yang di masak diatas tungku tanah liat memiliki ukuran kecil. Menu tradisional surabi bandung awal mulanya cuma mempunyai sedikit varian toping, seperti surabi polos, surabi gula, surabi oncom serta surabi telur. Namu lantaran kreatifitas orang bandung dalam membuat surabi moderen, saat ini surabi mempunyai beragam jenis varian toping rasa, hingga lebih booming serta lebih di kenal. 

Di Lampung ada surabi asal bandung yang telah populer serta mempunyai banyak cabang di sebagian kota besar di Indonesia. Namanya yaitu Soerabi Bandung Ehaii di Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 1, Bandar Lampung. Surabi ini di Bandung di kenal dengan surabi enhaii lantaran buka di seberang Universitas NHI Bandung. Surabi Enhaii terbagi dalam beragam rasa, jadi bukan hanya serabi jadul saja, meskipun di sini juga jual serabi dengan oncom seperti aslinya serabi ada pula serabi moderen yang dimodifikasi agar disenangi kelompok muda, toping serabinya banyak jenisnya, itu yang bikin gemas mau menyantap, ada rasa coklat, keju, oncom, telur, sosis, yumm... tinggal tentukan yang mana yang paling disenangi. 

Menu surabi favorite saya yaitu menu surabi orignal dengan toping oncom serta surabi keju. Terasa yang lezat pada akhirnya dapat menyembuhkan rasa kangen saya sama makanan surabi asli bandung ini. namun yang paling jadi favorite saya sih surabi original oncom, soalnya rasa lebut serta gurih tepung beras di pad rasa pedasnya oncom itu terasa enak banget. Tempat cafenya lumayan luas serta nyaman, juga dapat menyimpan banyak pengunjung. Terkecuali menu surabi ada menu tradisional yang lain seperti bermacam mie, seperti kue tiwau, bihun sampai traditional food.